Make it simple, as simple as life should be :)


Bacalah untuk menambah wawasan anda”

Hari ini mau ngasih sedikit materi yg berkaitan nambah ilmu kita selama bulan Ramadhan🙂.

Mungkin ga terlalu penting, tapi toh bahkan nabi Muhammad SAW aja menyuruh kita untuk menuntut ilmu. Jadi sebaiknya dibaca.🙂.

Akidah adalah hal terpenting didalam agama. Jika akidah yang diikuti benar maka benar pula amal perbuatannya dan tentunya akan mengarah ke cita-citanya. Akidahtidak ada yang rusak kecuali ia melumpuhkan gerak manusia secara total dan menjadikannya duduk berpangku tangan dan pasrah terhadap masa depan kelam yang menantinya. Contohnya adalah akidah jabariah, yaitu seseorang menyakini bahwa Allah memaksakan semua amal perbuatan yang dilakukaknya dan akan menghisabnya atas semua amal perbuatantersebut, padahal ia dalam kondisi dipaksa.

Dalil-dalil bahwa manusia mempunyai hak memilih terdapat dua yaitu dalil naql dan dalil akal.

Dalil Naql:

Ayat  pertama yaitu al-an’aam ayat 148, ayat ini merupakan landasan bahwa manusia mempunya hak memilih dan barangsiapa mengklaim bahwa dirinya digerakkan atau dipaksa, maka ia telah menyamai akidah orang-orang musyrik. Al-kharshu merupakan jenis tindakan dusta yang paling tinggi tingkatannya, yaitu kedustaan atas nama Allah SWT. Bahkan disurat al-a’raaf ayat 33, kedustaan atas nama Allah adalah tindakan maksiat yang paling tinggi dosanya. Hal ini pun dijelaskan pada surat al-Fath ayat 6.

Ada suatu kaidah ushuliah yang bersifat qath’i, yaitu bahwa ayat-ayat mutasyahbiat betapapun banyaknya mesti dipahami dengan ayat-ayat muhkamat betapapun sedikit jumlahnya. Sehingga seandainya didalam Al-quran terdapat seribu ayat yang darinya tercium aroma keterpaksaan, semua ayat tersebut mesti dipahami dengan firman Allah. Beberapa contoh ayat yang mengindikasikan keterpaksaan tersebut adalah

  1. Dalam surat at-Takwiir ayat 29 yaitu Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. Makna yang tekandung bukan keterpaksaan mlelainkan adalah menjelaskan karunia Allah.
  2. Dalam surat as-Sajdah ayat 13 yaitu dan  kalau kami menghendaki niscaya kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu, “sesunguhnya akan aku penuhi neraka jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. Maknanya adalah sekiranya kami berkehendak untuk memaksa kalian atas suatu perkara, untuk menghapus hak memilih kalian, untuk membatalkan kemuliaan kalian, menghapuskan kehormatan dan keutamaan yang diberikan kepada kalian tentulah kami hanya memaksa kalian atas hidayah(sehingga kalian semua mendapatkan hidayah).
  3. Dalam surat al-Muddatsir ayat 13 yaitu demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakin-Nya. Maknanya adalah dia adalah kesesatan balasan yang didasarkan atas kesesatan pilihan sendiri.

Dalil Akal:

Tidak mungkin Allah menyampaikan firman yang tidak memiliki makna karena itu tidak masuk akal, tidak bisa dibenarkan, dan tidak sesuai kesempurnaan Allah. Bisa saja manusia mengucapkan perkataan yang tidak bermakna karena terpaksa atau memang bermuka dua. Para ulama berkata bahwa dengan sekadar adanya perintah dan larangan kamu telah dianggap mempunyai hak memilih. Sesungguhnya qadha Allah tidak mengeluarkanmu dari kebebasan memilih menuju keterpaksaan. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan hamba-hambanya sebagai pilihan, melarang mereka sebagai peringatan, membebankan kewajiban kepada mereka dengan mudah dan tidak membenbani perkara sulit. Allah juga memberi pahala yang banyak atas sedikit amal dan dia tidak didurhakai karena Allah.

Hal-hal seperti meminum khamar atau menyontek atau berzina atau solat adalah sebuah pilihan dalam hidup ini. Itu adalah kebebasan memilih yang Allah terapkan dalam hidup kita. Selamanya dalil naql dan dalil akal tidak akan pernah saling bertentangan, sebab naql merupakan firman Allah, akal merupakan tolok ukur yang Dia berikan, alam semesta adalah ciptaannya, dan fitrah merupakan watak yang dia ciptakan. Juga karena kebenaran adalah apa yang disampaikan oleh naql yang shahih, sesuai dengan akal sehat, fitrah yang lurus dan realitas yang objektif.

Masalah penting seputar hak pilih adalah:

  1. Manusia memilih untuk hal yang tidak dibebankan atas dirinya dan untuk kepentingan diri sendiri tapi tidak untuk Allah
  2. Manusia cenderung memilih hak hak mendasar baru dia mulai memilih tidak pada esensi memilih.
  3. Manusia mempunya hak memilih, tapi ketika pilihannya buruk dia menganggap itu pilihan Allah.

Sekian tulisan ane akan hal kebebasan memilih a.k.a demokrasi ye. semoga bermanfaat.🙂

 

Aldrian Pradana🙂

Leave a Reply please, for a better blogging. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: